Minggu, 05 Februari 2012

Bau Popok, Pesawat Mendarat Darurat

[imagetag] Maskapai Qantas Airways (Foto: AP)
BRISBANE - Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Australia terpaksa melakukan pendaratan darurat. Pendaratan ini terjadi bukan karena kerusakan mesin melainkan karena adanya bau yang aneh di dalam pesawat.

Penerbangan nomor 825 tersebut diketahui tengah dalam perjalan dari Darwin menuju Brisbane. Tiba-tiba saja, seorang penumpang mencium bau aneh di dalam kabin pesawat. Penumpang pun mulai mengeluhkan bau tidak sedap itu kepada kru pesawat.

[imagetag] http://www.bellenews.com/wp-content/uploads/2011/10/An-industrial-dispute-made-the-Australian-airline-Qantas-to-ground-all-international-and-domestic-flights-with-immediate-effect.jpg

Kru kemudian menyelidiki asal dari bau tersebut. Mereka pun mengetahui asal aroma tidak sedap itu berasal dari sebuah popok bekas pakai. Pilot pun memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Mount Isa, yang berjarak 1.152 mil dari tujuan sebenarnya.

Pihak Qantas pun menyatakan bahwa pihaknya sudah membuang popok itu ke dalam toilet.

"Ternyata penyebab kekacauan itu berasal dari popok yang dibuang di depan toilet. Kami pun terpaksa mendaratkan pesawat secepat mungkin. Memang memalukan bagi kami, tetapi lebih baik hal itu dilakukan demi kenyamanan penumang," ucap pihak Qantas seperti dikutip Daily Mail, Jumat (3/2/2012).

Setelah sampai di darat, penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat lain dan melanjutkan perjalanan mereka ke Brisbane. Sementara pesawat yang bau popok itu menjalani pemeriksaan, sebelum terbang kembali membawa bagasi dari penumpang sebelumnya.

[imagetag] http://papundits.files.wordpress.com/2011/10/qantas-a380-airbus.jpg


sumber :http://international.okezone.com/read/2012/02/03/214/568707/bau-popok-pesawat-mendarat-darurat
[imagetag]

Ziyad Farhan 05 Feb, 2012

Sparks 05 Feb, 2012


-
Source: http://417d1.blogspot.com/2012/02/bau-popok-pesawat-mendarat-darurat.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar