Senin, 30 Januari 2012

Sangat Mudah Memimpin Orang

Thread ini, ane posting via hape gan. Jadi tampilannya seadanya. Mudah2an bermanfaat gan :)
»»»»»»»»»»»»»»»»»»

Memimpin tak semudah yang dilihat orang. Kebanyakan orang ingin menjadi pimpinan, dipandang orang dan dihormati orang. Tapi ketika sudah duduk sebagai pemimpin dan mengatur banyak orang kepala langsung pusing tujuh keliling. Ada baiknya kalau memang ingin menjadi pemimpin harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan dasar kepemimpinan dan mengetahui gaya-gaya kepemimpinan yang dipakai oleh pemimpin-pemimpin lainnya.


Masih ingat pemimpin dunia yang tercatat dalam sejarah seperti Adolf Hitler, Musolini, Stalin atau Mao Tse Tung, mereka menjalankan pemerintahan negaranya dengan tangan besi. Tangan besi dapat disamakan dengan gaya kepemimpinan otoriter. Perintah dan kebijakannya harus dijalankan tanpa pertanyaan, sanggahan dan penolakan. Untuk menegakan perintahnya digunakan cara-cara yang sangat keras, tak mengenal kompromi dan urun rembuk. Tujuan yang dicapai sudah jelas dan tingkat pencapaiannya harus 100%, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.


Gaya kepemimpinan otoriter dalam kekuasaan memang ditujukan untuk lebih melanggengkan kekuasaan si pemimpin dan kroninya. Sayangnya gaya otoriter ini tak bisa dipakai dalam kehidupan berbisnis. Alih-alih bisnisnya maju, malah terjun bebas ke jurang. Tapi bukan berarti sebagian dari gaya otoriter itu tidak bisa dipakai. Kapan gaya otoriter ini dapat dipakai dalam kehidupan berbisnis? Gaya ini dapat dipakai ketika sebuah kesepakatan sudah tercapai dan disetujui oleh para pengambil keputusan. Ketika toleransi kesepakatan tersebut dilanggar maka gaya otoriter dapat dipergunakan. Pembangkang tidak mendapakan tempat disini, yang ada hanyalah proses menjalankan kesepakatan mencapai tujuan.


Ada otoriter tentunya ada demokrasi sebagai kebalikannya. Dalam dunia bisnis biasanya gaya demokratis yang paling disukai dan dianut oleh orang. Dalam dunia bisnis untuk melakukan penetrasi pasar dibutuhkan riset yang mendalam dan valid. Jika sudah mendapatkan hasil riset, maka hasil tersebut didiskusikan bersama untuk membuat keputusan yang solid. Rembukan dalam dunia bisnis bukan hanya berdiskusi dengan timnya sendiri, melainkan juga dengan berbagai pihak. Diharapkan dengan pembicaraan dua arah akan tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan kedua-belah pihak.


Gaya demokrasi merupakan gaya urun rembuk, berdiskusi, melihat persoalan dari banyak sudut pandang dan mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak. Orang menyukai gaya demokrasi ini karena suara-suara dari berbagai kalangan didengarkan dan menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Ketika keputusan diambil, idealnya semua yang terlibat di dalamnya menjalankan sepenuh hati. Pemimpin menjalankan keputusan bersama itu dengan dukungan para bawahannya.


Mungkin yang satu ini gaya kepemimpinan yang jarang didengar orang, gaya kepemimpinan trendy, tapi tak sedikit yang menjalankannya. Jika dilihat gaya kepemimpinan trendy –atau bisa disebut juga sebagai gaya kepemimpinan 'suka-suka', lebih menjadikan kompromi dan kebebasan selama proses mencapai target. Sepertinya gaya kepemimpinan ini plin-plan mengikuti arah angin. Namun sebenarnya memang diperlukan bila bersentuhan dengan bisnis yang memiliki dinamika tinggi khususnya di dunia remaja. Perubahan di dunia remaja sangat cepat dan datang bergulung-gulung dengan berbagai aspek, unsur dan elemennya. Pebisnis di dunia remaja yang tidak pandai membaca trend yang ada di dunia remaja, akan sukses menutup usahanya.


Sayangnya dalam kehidupan bisnis yang lain gaya kepemimpinan ini benar-benar harus dijauhi. Karakternya yang sangat kompromi dan bebas membuat gaya ini sangat tidak cocok. Mengapa? Gaya kepemimpinan ini tidak bisa dipakai ketika mengambil keputusan penting atau kritikal. Ketegasan gaya kepemimpinan ini dalam menjalankan bisnis pada level terbawah, semua dijalankan dengan bebas seolah tanpa aturan. Meskipun sebenarnya ada aturan-aturan yang membuat proses menggelinding dengan baik. Hanya saja aturan yang dijalankan sangat luwes dan lentur.


Semua gaya kepemimpinan iu memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal kita saja yang pandai-pandai mengaturnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan. Seorang pemimpin harus pandai melihat situasi dan kondisi yang berkembang pada saat itu. Gaya otoriter dapat dipakai disaat mengambil keputusan cepat dan taktis dalam situasi dan kondisi kritis. Gaya demokrasi lebih banyak dipakai dalam masa-masa tenang yang tak membutuhkan kecepatan, yang lebih mementingkan kualitas pada pencapaian target. Sedangkan gaya trendy cenderung dipakai ketika dalam kondisi lepas atau bersantai dimana membuat semua pihak senang adalah tujuan utamanya.


Sumber: http://www.bisnisindeks.com/sangat-mudah-memimpin-orang/
[imagetag]

dheniajadeh 30 Jan, 2012

Sparks 30 Jan, 2012


-
Source: http://info-unikz.blogspot.com/2012/01/sangat-mudah-memimpin-orang.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar